Ngakalin Pajak apa bisa

Ngakalin Pajak apa bisa? Pertanyaan yang sering kita dengar dari para klien kita terutama bagi mereka yang profesinya sebagai konsultan keuangan, pajak bahkan konsultan IT. Dan kita harus siap dengan jawaban yang tidak mengecewakan klien di satu sisinya, tetapi juga tidak membahayakan diri sendiri di sisi lainnya.

ngakalin-pajak

Dari sisi bisnis praktis, mengurangi beban biaya (untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar) adalah wajar. Sedangkan dari aspek hukum, di sisi lainnya, tindakan mengakali bisa dikatakan sebagai bentuk penghindaran bahkan penipuan.

Apa bisa ngakalin pajak dan bagaimana mengakalinya?

Salah satu cara lazim ngakalin pajak adalah mengubah besaran omset perusahaan. Karena pajak dikenakan pada omset, maka omset perusahaan akan diturunkan yang otomatis mengkerutkan jumlah pajaknya.

Titik lainnya ngakalin pajak, ada di tahap keberatan- pajak dan tahap banding pajak. Tapi di dua titik ini,- tidak sepopular modus pertama, karena sekarang sudah lebih transparan.

Cara lainnya wajib pajak berkelit atau ngakalin pajak yaitu -dengan menerobos celah-celah yang ada dalam UU. Misalnya UU tentang PPh (Pajak Penghasilan), yang terbukti -banyak bolongnya. Menurut UU itu, PPh bisa dikurangi:antara lain biaya untuk mendapatkan, menagih, memelihara penghasilan. Perinciannya banyak: beli bahan, upah, gaji, bonus, gratifikasi, sampai dengan pajak bukan PPh.

Contoh 1. Pemakaian kendaraan dinas. “Jika kendaraan itu dipakai untuk mengangkut relasi bisnis, itu kan termasuk biaya untuk mendapatkan penghasilan,” kata seorang konsultan pajak.

Contoh 2. Biaya entertainment. Hal ini kadang-kadang bisa dimaklumi, sejauh ada batas yang wajar. Celakanya, jika anggaran begitu besar, sehingga mencurigakan. Tentu akan sulit bagi perusahaan mengungkapkan, apalagi jika yang ditraktir itu adalah pejabat.

Contoh 3. Promosi lewat olahraga. Ketua Umum Ikatan Konsulen Pajak Indonesia, Aris Gunawan, berpendapat bahwa bukan hal aneh jika kini ada perusahaan yang mengatakan, biaya promosinya lewat olahraga bisa mencapai Rp 1 milyar. Promosi model sekarang memang luar biasa. Mulai dari pasang iklan, billboard, bikin kaus, sponsor olahraga, sampai dengan membagi-bagi hadiah. Dan promosi lewat aktivitas olahraga mudah dibuatkan buktinya dengan anggaran palsu. Mulai dari biaya panitia, konsumsi, asrama atlet, transportasi, sampai pemesanan medali.

Contoh 4. Pajak-pajak seperti PPN (Pajak Pertambahan Nilai) bahkan bisa dimainkan untuk menekan beban PPh badan. Untuk mendapatkan bahan baku, misalnya. Dewasa ini ada perusahaan yang produksinya sudah dikenai PPN, tapi banyak juga yang tidak. Contoh: rumah makan. Mereka yang makan di Wisma Metropolitan Jalan Sudirman tentu terkena PPN 10%. Lain halnya makan di warung yang jauh dari pusat kota, pajak 10% itu tak kan ada. Tapi dalam penghitungan, biaya makan akan tetap dikenai pajak 10%. UU Pajak Penghasilan praktis masih terhitung baru. Jika pemerintah masih memberikan penghargaan, itu mungkin pertanda pemerintah masih ramah, seperti yang dikatakan Ibnu Khaldun. Namun, kesewenangan petugas pajak tak urung terjadi juga.

Eradata IT Solution

Software Development, Tingkatkan kinerja perusahaan dengan Software yang sesuai dengan Business Process anda. Our professional software development team will create a custom software solution that reflect your company’s needs. We outsource all kinds of projects, like Government, Hospital, HR Management, Accounting, and ERP’s. Our team will convert your ideas to application.