Seri Akuntansi 1: Persamaan Akuntansi

Seri Akuntansi 1: Persamaan Akuntansi, sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai jurnal, kita akan bahas dulu persamaan akuntansi. Apa itu?

Persamaan akuntansi diperlukan untuk mengenalkan awal pemikiran akuntansi dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan.

Pemahaman mengenai prinsip pembukuan dan akuntansi bisa jadi sangat penting bagi siapapun yang tertarik untuk berkecimpung atau berkarir dalam bidang akuntansi dan keuangan, termasuk juga para pelaku bisnis. Pada dasarnya, dilihat dari pengertian akuntansi, tujuan dari akuntansi tidak lain adalah untuk memberi informasi tentang posisi keuangan suatu bisnis atau usaha. Informasi tentang posisi keuangan ini sangat diperlukan oleh pemilik bisnis, manajer, kreditor, dan juga termasuk pemerintah melalui ditjen pajak, bea cukai atau lembaga yang lain yang berkepentingan.

Seseorang yang melaksanakan kegiatan pencatatan transaksi yang terjadi didalam suatu usaha disebut dengan Pegawai Akunting atau pegawai pembukuan, atau kadang bookeeper. Sedangkan untuk proses meng-klasifikasi-kan, meringkas transaksi yang terjadi dan menafsirkan efek yang ditimbulkan umumnya dilakukan oleh seorang Akuntan. Jadi dapat dikatakan, proses pencatatan transaksi dijalankan oleh pegawai pembukuan, dan sedangkan pekerjaan interpretasinya dilakukan oleh seorang Akuntan.

Persamaan Akuntansi Dasar

Posisi atau kondisi keuangan perusahaan dalam Akuntansi umumnya disebut Neraca – ditunjukan dengan sebuah formula atau rumus yang disebut dengan Persamaan Akuntansi. Persamaan Akuntansi merupakan rumus dasar yang merupakan hubungan saling keterkaitan antara: Harta atau Aktiva (Asset) dengan Kewajiban/Utang (Liability) dan Modal (Capital)

Persamaan akuntansi adalah rumus dasar tentang akuntansi yang secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

persamaan akuntansi dasar

H = Harta, yaitu semua milik (Kekayaan) dari suatu perusahaan.
U = Utang, yaitu kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.
M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.

Rumus lain :

persamaan dasar akuntansi lainnya

B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasilan
P = Pendapatan, adalah bertambahnya aktiva perusahaan.

Harta bersaldo normal di debet (bertambah) dan jika di kredit berkurang, sedangkan pendapatan bersaldo normal di kredit (bertambah) dan jika di debet berkurang, biaya mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah modal.

Harta (assets)

Dalam persamaan akuntansi merupakan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan yang akan memberikan nilai ekonomis pada masa yang akan datang.

Contoh Harta (assets):

  • Kas (cash)
  • Piutang usaha (account receivable)
  • Piutang wesel (notes receivable)
  • Perlengkapan (supplies)
  • Beban beban dibayar dimuka (prepaid expenses)
  • Tanah (land)
  • Gedung (building)
  • Peralatan (equipment)
  • Mesin (machine)

Utang (liabilitiy)

Dalam persamaan akuntansi merupakan hak (klaim) terhadap harta dari pihak selain pemilik. Contoh :

  • Utang usaha (accounts payable)
  • Utang wesel (notes payable)
  • Utang gaji (salary payable)
  • Utang bunga (interest payable)
  • Utang sewa (rent payable)
  • Utang pajak (tax payable)
  • Utang Obligasi (bonds payable)
  • Utang sewa guna usaha (lease obligation), dan lain sebagainya

Modal (owners equity)

Dalam persamaan akuntansi merupakan sisa hak terhadap harta (SD) suatu perusahaan setelah dikurangi dengan pihak ketiga (liability). Dipengaruhi oleh:

  • Revenues
  • Expenses
  • Investment
  • Prive/ drawing/ withdrawal

tabel persamaan akuntansi dasar

Dokumen Sumber Pencatatan, Persamaan Dasar Akuntansi

Setiap transaksi yang terjadi di perusahaan memerlukan pencatatan. Dalam proses pencatatan ini memerlukan dokumen atau bukti terjadinya transaksi agar pencatatan mampu menunjukkan kejadian yang sebenar-benarnya. Berdasarkan bukti transaksi tersebut harus dicermati agar tidak terjadi kesalahan atau penyelewengan atas kekayaan perusahaan. Adapun fungsi dari bukti transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Memastikan keabsahan transaksi yang terjadi.
  2. Sebagai rujukan atau dokumen atas peninjauan kembali transaksi (bukti) jika terjadi permasalahan di kemudian hari.

Beberapa bukti transaksi yang biasanya terjadi di suatu perusahaan yang digunakan sebagai dokumen sumber pencatatan antara lain :

  1. Kuitansi atau bukti penerimaan kas, merupakan dokumen surat tanda penerimaan uang yang ditandatangani oleh penerimaan uang dan diberikan kepada yang membayar uang tersebut. Bagian kanan dari lembar kuitansi diberikan kepada pihak yang membayar dan bagian kiri digunakan sebagai arsip bagi penerima uang.
  2. Faktur, adalah bukti pembelian atau penjualan yang dilakukan secara kredit. Bukti transaksi pembelian biasanya disebut faktur pembelian demikian pula bukti transaksi penjualan dinamakan faktur penjualan.
  3. Cek, adalah surat perintah tertulis dari pemegang rekening kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada orang yang namanya tertulis pada surat cek tersebut. Cek diterbitkan oleh suatu bank, dan diberikan kepada nasabahnya yang mempunyai simpanan dalam jumlah tertentu di bank tersebut. Jika pengeluaran uang dilakukan dengan cek maka strook yang tertinggal dalam buku cek dapat digunakan sebagai bukti transaksi.
  4. Bilyet giro, pemilik rekening giro selain menggunakan cek dapat juga menggunakan bilyet giro sebagai alat pembayaran. Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah suatu bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya kedalam rekening pihak yang namanya tertulis pada bilyet giro pada bank yang sama atau bank lain. Dengan demikian penerima bilyet giro tidak dapat menerima dalam bentuk uang.

Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap Persamaan Akuntansi

Setiap transaksi keuangan akan memengaruhi posisi keuangan perusahaan, dengan adanya transaksi dapat memengaruhi pada kelompok aktiva saja atau bisa juga memengaruhi pasiva saja atau bahkan memengaruhi aktiva dan pasiva secara bersamaan. Artinya setiap perubahan akan menunjukkan perubahan secara berpasangan baik antara harta dengan harta, antara harta dengan utang atau antara harta dengan modal, oleh karena itu pencatatannya dinamakan sistem akuntansi berpasangan (double entry accounting system).

Berdasarkan pada bukti transaksi tersebut dicatat dalam persamaan dasar sebagaimana contoh berikut :

Tn. Wahyu bertempat tinggal di Yogyakarta, pada bulan September 2006 membuka usaha fotokopi yang diberi nama Fotokopi “Cepat”. Pencatatan atas pendapatan jasa dilakukan seminggu sekali yaitu tanggal 9, 16, 23 dan 30 September 2006 (setiap akhir pekan). Adapun transaksi yang terjadi saat memulai usaha adalah:

Tanggal 1 September 2006
Tn. Wahyu pemilik sekaligus pengelola perusahaan Fotokopi “Cepat” menyerahkan uang pribadinya sebesar
Rp 120.000.000,00 sebagai modal usaha. Pada tanggal ini pula dibayar uang sewa kios kepada Tn. Salimi sebesar Rp 3.600.000,00 untuk masa sewa satu tahun.

Berdasarkan bukti transaksi, maka perusahaan akan mencatatnya dalam persamaan dasar berikut ini:

tabel persamaan akuntansi 2

 

Kemudian pada tanggal 2 September 2006, dibeli dengan tunai 5 unit mesin fotokopi @ Rp 15.000.000,00 dari Toko Eropa.

tabel persamaan akuntansi 3

 

Transaksi terus terjadi dan setiap hari dicatat dalam persamaan dasar, setiap terjadi transaksi harus dihitung saldonya sehingga setiap saat dapat diketahui posisi keuangan perusahaan.

Tanggal 3 September 2006
dibeli kredit 50 rem kertas HVS ukuran folio @ Rp 25.000.00 dan 25 rem kertas HVS ukuran kwarto @ Rp 23.000,00 serta 10 kantong tinta fotokopi @ Rp 70.000,00 di Toko Mitra.
Tanggal 9 September 2006
dicatat penerimaan uang sebesar Rp 3.000.000 dari pelanggan sebagai pembayaran atas pekerjaan foto kopi dan jilid pada minggu pertama.

Tanggal 10 September 2006
dikembalikan kepada Toko Mitra 5 rem kertas HVS ukuran folio dikarenakan rusak.

Tanggal 11 September 2006
Tn. Adili pegawai bagian servis fotokopi meminta uang di kasir sebesar Rp 200.000,00 untuk membeli kertas sampul sebanyak 50 lembar.

Tanggal 15 September 2006
dicatat penerimaan uang sebesar Rp 1.600.000,00 dari pelanggan sebagai ongkos fotokopi pada minggu kedua.
Tanggal 17 September 2006 dibayar kepada Toko Mitra uang sebesar Rp1.400.000,00 sebagai pembayaran
atas pembelian tanggal 3 September 2006.

Tanggal 18 September 2006
dibeli tunai 50 rem kertas HVS ukuran folio @ Rp 25.000,00 dan 25 rem kertas HVS ukuran kwarto @ Rp 23.000,00 serta 10 kantong tinta fotokopi @ Rp 70.000,00 di Toko Mitra.

Tanggal 20 September 2006
dibayar listrik dan telepon untuk bulan September masing-masing senilai Rp 475.000,00 dan Rp 400.000,00.

Tanggal 23 September 2006
diterima uang hasil fotokopi dan jilid dari Toko Sukses senilai Rp11.252.000,00

Tanggal 24 September 2006
dibayar beban iklan untuk bulan September senilai Rp 500.000,00.

Tanggal 29 September 2006
telah diselesaikan dan diserahkan pekerjaan fotokopi dan jilid sebesar Rp11.700.000,00 diterima pembayaran sebesar Rp 9.750.000,00 dan diterima bulan depan senilai Rp 1.950.000,00.

Tanggal 30 September 2006
dibayar gaji karyawan sebesar Rp 7.500.000,00.

Pada akhir bulan yang belum dibukukan (sebagai data penyesuaian) terdiri atas sebagai berikut :

  • Beban depresiasi mesin fotokopi diperhitungkan dengan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa untuk masa manfaat 10 tahun, depresiasi tiap bulan. Rp 75.000.000 / 10 x 12 bulan = Rp625.000, oleh karena itu beban depresiasi untuk bulan September 2006 sebesar Rp 625.000.
  • Beban sewa ruangan untuk bulan September 2006 Rp300.000,00
  • Perlengkapan fotokopi (kertas, tinta dan lain-lain) yang masih ada di gudang Rp1.425.000,00

Berdasarkan transaksi tersebut, dapat dicatat dalam persamaan dasar akuntansi selama periode waktu satu bulan sebagai berikut :

tabel persamaan akuntansi 4

 

Semoga penjelasan mengenai Persamaan Akuntansi di atas bisa menambah pengetahuan dan tentunya bermanfaat.

e-Solution Financial Software Akuntansi Keuangan fitur lengkap, mudah digunakan. Buat laporan keuangan dengan mudah, cepat dan selalu uptodate. Design report bisa fleksible sesuai kebutuhan anda.

Informasi e-Solution Financial
Eradata IT Solution
www.software-indo.com
Informasi : +62 (022) 87787783